Bersumber dari sebuah hadis yang
diriwayatkan oleh Anas bin Malik, suatu ketika Nabi Muhammad SAW hendak menaiki
mimbar untuk memberi khutbah Idul Fitri.Mimbar tersebut memiliki 3 tangga. Tiap
kali kaki Kanjeng Nabi menaiki anak tangga, beliau mengucap kata Amin. Hingga
tiga kali mengucap Amin, karena anak tangga tersebut berjumlah tiga.
Lalu duduklah Kanjeng Nabi di mimbar
dimana beliau akan member khutbah Idul Fitri. Namun, sebelum Kanjeng Nabi
berdiri, tiba-tiba sahabat beliau Muadz bin Jabal bertanya pada Kanjeng Nabi.
“Wahai Rosulullah, mengapa engkau
selalu mengucap Amin tiap kali menaiki anak tangga.”
“Apa hikmah dibalik semua itu?” tanya
Muadz.
Kemudian Kanjeng Nabi menjawab. “Ketika
aku menginjakan kaki di anak tangga pertama, Jibril menghampiriku seraya
berkata demikian: ‘Ya Muhammad, Allah akan memasukan umatmu yang tidak berpuasa
selama Ramadhan ke dalam neraka, namun aku berdoa semoga umatmu dijauhkan dari
siksa neraka’, maka aku menjawabnya Amin.”
“Kemudian ketika menaiki anak tangga
yang kedua, seraya Jibril berkata demikian: ‘umatmu yang durhaka kepada kedua
orang tua dan dia meninggal sebelum bertobat maka akan dimasukan ke dalam
neraka, namun aku berdoa semoga umatmu dijauhkan dari neraka’, lalu aku
menjawabnya Amin.
“Pada saat menaiki anak tangga
ketiga, Jibril seraya berkata demikian: ‘ketika umatmu mendengar namamu Muhammad
disebut, sementara ia tidak bersholawat padamu, maka Allah akan memasukannya ke
dalam neraka, namun aku berdoa semoga umatmu dijauhkan dari siksa neraka’, lalu
aku menjawab lagi Amin.
Hikmah dari dialog Nabi Muhammad
dengan Jibril, ketika Kanjeng Nabi akan memberi khutbah Idul Fitri ini ialah,
betapa besarnya rasa kecintaan Kanjeng Nabi pada umatnya.
Betapapun banyak dari umatnya yang
berdosa dan tidak mentaati perintah Allah dan Rosulnya, namun demikian tidak
lah membuat Kanjeng Nabi membenci umatnya. ***
Nasyr al-'Ilm Pesantren Kesuren, berlokasi di Kampung Kesuren, Desa Ciloang, Sumur Pecung, Kota Serang, Banten. Berikhtiar mempertahankan, mendidik serta menyuarakan tradisi pesantren tradisional yang berbasis pada prinsip-prinsip Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah (Aswaja). Pesantren ini juga membuka klinik penyembuhan dari jenis penyakit fisik, metafisik atau psikis atas izin Allah SWT mengutip ayat al-Qur'an "Wanunazzilu minal Qur'an ma huwa syifaa'un warohmatun lilmu'miniin" dan "wa idza maridtu fahuwa yasyfiin". FB Fanpage: Pesantren Kesuren, Twitterland: @PKesuren, Blog: www.pesantren-kesuren.blogspot.com, Email: pesantren.kesuren@gmail.com, Kontak Personal 087783111192/ajiji atau 082112345037/ismet Untuk kebutuhan pengobatan, donasi bagi pesantren, konsultasi dan lain-lain, bisa melalui kontak personal atau datang langsung ke alamat kami.
Nasyr al-'Ilm Pesantren Kesuren, berlokasi di Kampung Kesuren, Desa Ciloang, Sumur Pecung, Kota Serang, Banten. Berikhtiar mempertahankan, mendidik serta menyuarakan tradisi pesantren tradisional yang berbasis pada prinsip-prinsip Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah (Aswaja). Pesantren ini juga membuka klinik penyembuhan dari jenis penyakit fisik, metafisik atau psikis atas izin Allah SWT mengutip ayat al-Qur'an "Wanunazzilu minal Qur'an ma huwa syifaa'un warohmatun lilmu'miniin" dan "wa idza maridtu fahuwa yasyfiin". FB Fanpage: Pesantren Kesuren, Twitterland: @PKesuren, Blog: www.pesantren-kesuren.blogspot.com, Email: pesantren.kesuren@gmail.com, Kontak Personal 087783111192/ajiji atau 082112345037/ismet Untuk kebutuhan pengobatan, donasi bagi pesantren, konsultasi dan lain-lain, bisa melalui kontak personal atau datang langsung ke alamat kami.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar