Senin, 31 Maret 2014

MTQ tak sebatas kompetisi, tapi juga Syi’ar Islam


Cilegon, Banten: Penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-11 tingkat Provinsi Banten yang digelar di Kota Cilegon pada 19-23 Maret 2014, memiliki kesan tersendiri bagi Ustadz Khoirussholihin.



Mewakili Kabupaten Serang, Pria kelahiran Bojonegara, Banten, 30 tahun silam ini, menduduki peringkat pertama dalam cabang tilawah Qira’at Sab’ah putra pada MTQ tersebut.

Hajatan yang diadakan tiap tahun sekali di tingkat Provinsi itu diikuti oleh 448 peserta, dimana masing-masing Kabupaten/kota mengikut-sertakan 56 utusan. Sementara Provinsi Banten memiliki 8 Kabupaten/Kota.

Sebagai ajang kompetisi, tak dimungkiri dari tiap penyelenggaraan MTQ selalu memiliki persaingan serta kualifikasi yang ketat. Hal itu pun diakui sendiri oleh Ustadz Khoirussholihin.

Namun bagi Ayah dari Nizam Abilwafa (2,5), persaingan tersebut bisa dilalui secara elegan dimana hal itu dibuktikan dengan menjuarai cabang tilawah Qira’at Sab’ah.

Lebih dari itu, bagi alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten (SMHB) ini, ajang MTQ baginya menjadi semacam dakwah. Karena al-Qur’an itu sendiri diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, yakni untuk didengarkan, dihayati, diajarkan serta diamalkan oleh Umat Islam khususnya.

“MTQ bagi saya adalah sebagai Syi’ar Islam, karena al-Qur’an merupakan ucapan Allah (kalamullah) yang harus diperkenalkan kepada semua golongan,” kata Ustadz Khoirussholihin.

Menurut pria yang tinggal di Komplek Bhayangkara Baru, Kota Serang ini, dimasa akan datang dirinya ingin sekali bisa mewakili Provinsi Banten untuk ajang MTQ nasional maupun internasional.

“Saya secara pribadi ingin sekali mewakili Provinsi Banten untuk ajang MTQ tingkat nasional, atau internasional,” katanya.

Seperti diketahui, pada bulan Juni 2014, MTQ tingkat nasional akan digelar di Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Ustadz Khoirussholihin sendiri merupakan salah-satu pengajar tilawah di Pondok Pesantren Kesuren, yang berlokasi di Sumur Pecung, Ciloang, Kota Serang.

Pada Pesantren Kesuren ini, pria yang ingin sekali mengikuti jejak H. Humaedi Hambali (Qori internasional kelahiran Banten itu-red), juga mengajarkan tilawah pada santriwan-santriwati.

Menurutnya, perlu ada kaderisasi Qori/Qori’ah yang mampu membaca tilawah al-Qur’an secara baik dan benar.

Sementara menurut Ustadz Agus Rahmat, pendiri Pondok Pesantren Kesuren, putra-putra terbaik dari daerah perlu untuk diperhatikan serta difasilitasi lembaga terkait supaya dapat tampil mewakili daerahnya masing-masing di ajang-ajang MTQ.

“Semoga lembaga terkait sangat antusias mengupayakan putra daerah untuk tampil ke MTQ Nasional,” kata Ustadz Agus.(smth)

Qur'anic recitation by Ustadz Khoirussholihin, listening....

http://www.youtube.com/watch?v=wmIAnJTRII8&feature=youtu.be





Tidak ada komentar:

Posting Komentar