Masjid al-Mujahidin di Link Kesuren, Desa
Ciloang, Kecamatan Sumur Pecung, Kota Serang, salah satu Masjid yang
melestarikan tradisi Maulid di Kota Serang dari generasi ke generasi.
Tradisi maulud berbekal hadis Nabi yang berbunyi man
adzoma maulidy kuntu syafii’an lahu yawmal qiyamah.
Arti dari hadis tersebut berarti barangsiapa mengagungkan maulid Nabi Muhammad maka di hari
kiamat akan mendapat pertolongan (syafaat).
Tiap tahun tradisi Maulid di Link Kesuren tak
pernah dilewatkan. Pada Maulid tahun ini, menurut Ketua Panitia Drs H Sayuti,
S.Sos, kegiatan keagamaan seperti Maulid menjadi kewajiban yang tak boleh tidak
menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan dalam tradisi bermasyarakat.
Menurut KH Drs Habibuddin, M.Sc, sebagai
tokoh masyarakat yang berpengaruh di Lingk Kesuren, tradisi Maulid di lingkungannya
selalu diagungkan, dengan misalnya, mempercantik panjang-panjang mulud.
Biasanya terbuat dari kerangka bambu yang
dibentuk sesuai ukuran dan bentuk. Jika sudah terbentuk dan menjadi panjang,
lalu diarak sambil mendendangkan burdah mulud.
Di Link Kesuren pun terdapat Pondok
Pesantren, dimana para santri turut meramaikan kegiatan keagamaan ini.
Pak Komeng (40), yang menjadi koordinator pembuat panjang mulud di pesantren, sejak semalam mendekorasi panjang mulud yang berbentuk kapal terbang.
Paginya sekitar pukul 9:00, para santri
mulai mengaraknya menuju Masjid al-Mujahidin. (*)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar