Jumat, 23 Desember 2016

Meriahnya Panjang Mulud di Kesuren

Masjid al-Mujahidin di Link Kesuren, Desa Ciloang, Kecamatan Sumur Pecung, Kota Serang, salah satu Masjid yang melestarikan tradisi Maulid di Kota Serang dari generasi ke generasi.


Tradisi maulud berbekal hadis Nabi yang berbunyi man adzoma maulidy kuntu syafii’an lahu yawmal qiyamah.

Arti dari hadis tersebut berarti barangsiapa mengagungkan maulid Nabi Muhammad maka di hari kiamat akan mendapat pertolongan (syafaat).

Tiap tahun tradisi Maulid di Link Kesuren tak pernah dilewatkan. Pada Maulid tahun ini, menurut Ketua Panitia Drs H Sayuti, S.Sos, kegiatan keagamaan seperti Maulid menjadi kewajiban yang tak boleh tidak menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan dalam tradisi bermasyarakat.

Menurut KH Drs Habibuddin, M.Sc, sebagai tokoh masyarakat yang berpengaruh di Lingk Kesuren, tradisi Maulid di lingkungannya selalu diagungkan, dengan misalnya, mempercantik panjang-panjang mulud.

Biasanya terbuat dari kerangka bambu yang dibentuk sesuai ukuran dan bentuk. Jika sudah terbentuk dan menjadi panjang, lalu diarak sambil mendendangkan burdah mulud.

Di Link Kesuren pun terdapat Pondok Pesantren, dimana para santri turut meramaikan kegiatan keagamaan ini.


Pak Komeng (40), yang menjadi koordinator pembuat panjang mulud di pesantren, sejak semalam mendekorasi panjang mulud yang berbentuk kapal terbang.

Paginya sekitar pukul 9:00, para santri mulai mengaraknya menuju Masjid al-Mujahidin. (*)   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar