Oleh: Dr. KH. Affandi Mochtar, MA
Pada umumnya, pesantren dipandang
sebagai sebuah subkultur yang mengembangkan pola kehidupan yang unik
menurut ‘kaca mata’ umum, modern. Di samping faktor kepemimpinan Kyai,
Kitab Kuning adalah faktor penting yang menjadi karakteristik sub kultur
tersebut. Selain sebagai pedoman tata cara keberagamaan.
Kitab Kuning difungsikan juga oleh
kalangan pesantren sebagai referensi nilai universal dalam mensikapi
segala tantangan kehidupan. Ketika Kitab Kuning digunakan secara
permanen, dari generasi ke generasi, sebagai sumber bacaan utama bagi
masyarakat pesantren yang cukup luas, maka sebuah proses pembentukan dan
pemeliharaan tradisi yang unik itu tengah berlangsung.